|
|
silahkan masuk ke sitekno.com

JAKARTA - Pemerintah belum berencana melanjutkan kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kilogram sebesar Rp100 per kilogram pada awal tahun ini, sebagaimana ditetapkan Oktober 2009 lalu.
"Memang masih kita kaji. Tetapi saya kira logikanya sih tidak naik," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar, seusai konferensi pers awal tahun di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Menurutnya, ketersediaan gas dalam negeri tahun ini meningkat dan masih mencukupi sehingga diharapkan harga gas elpiji juga tidak akan mengalami kenaikan. Produksi gas dalam negeri juga meningkat dan mampu untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas PT PLN, pupuk, dan kebutuhan rumah tangga.
"Harapan saya kebutuhan gas untuk PLN, pupuk, dan rumah tangga tahun 2010 ini dapat terjaga. Karena produksi gas juga meningkat," tambahnya.
PT Pertamina sudah menaikkan harga elpiji ukuran 12 kilogram sejak Oktober tahun lalu selepas Lebaran sebesar Rp100 per kilogram atau Rp1.200 untuk gas 12 kilogram dan belum ditindaklanjuti.
Rencananya, kenaikan harga elpiji ini akan melihat harga elpiji internasional. Jika mengalami kenaikan, maka harga jual elpiji dalam negeri juga akan dinaikkan secara bertahap.
Dalam kesempatan yang sama, Sektetaris Menteri BUMN Said Didu mengatakan untuk tahun ini harga gas elpiji akan tetap di kisaran harga yang diberlakukan dari PT Pertamina saat ini atau sebesar Rp 5.850 per kilogram atau Rp 70.200 per tabung 12 kilogram. "Harga gas akan tetap segitu," pungkas Said.(
Sat, 12 Jun 2010 @22:59Anang Zunaedi |
Sun, 13 Jun 2010 @21:29Admin Harapan Tani Group |
Copyright © 2012 Teddy Kartiwa · All Rights Reserved