kud-harapantani.com
Anda Ingin Punya Website Nama Domain Sendiri?

Cek Nama Domain ?

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Jumlah Pengunjung

FP Graha Arta Prima
image

 

KONTAK
image

Ketua KUD Harapantani

08117406397 / 0745 9270170


Jalan Brawijaya Simpang KUD Singkut II | Telp. / Fax 0745-9270170
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

Mendongkrak Kepercayaan pada Koperasi

Boing Sudrajat, Direktur KSP Dana Nusantara
Baru berdiri, sudah mampu berlari. Itulah gambaran Kope­rasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Nusantara, yang dipimpin Boing Sudrajat. Dibentuk pada 27 Mei 2009, KSP Dana Nusantara sudah mampu menghimpun dana pihak ketiga hingga tembus angka Rp 52 miliar. Ini memang bukan KSP “biasa”. Kecuali bentuknya koperasi yang dilengkapi badan hukum, dalam banyak hal, KSP Dana Nusantara memiliki perbedaan menyolok de­ngan KSP yang dikenal selama ini.
Layaknya sebuah bank mo­dern, pengelolaan KSP yang berkantor di Plaza Great River Indonesia, Ground Floor, kawasan bis­-
nis Kuningan, Jakarta ini, sejak awal sudah didukung sistem online. Bahkan, siapapun bisa menjadi anggota, hanya dengan meng­akses website www.koppsp.com. Fasilitas ATM juga tersedia, untuk anggota yang memiliki coop card. Belum lagi fasilitas mesin EDC mobile payment, yang dapat disewa anggota untuk membantu usaha mereka.

Dengan segala kelebihannya, KSP Dana Nusantara benar-benar telah melesat tinggi, meninggalkan citra “manajemen warungan” yang selama ini masih banyak disematkan pada koperasi. Eloknya, KSP dana Nusantara siap menjalin kerja sama dengan KSP-KSP lain di Indonesia, dengan memanfaatkan ja­-
ringan online yang telah tersedia. Jika ini terjadi, gerakan KSP di tanah air, niscaya bakal melakukan lompatan besar, bersaing secara diametral dengan perbankan.

Boing Sudrajat, adalah salah sa­tu tokoh yang membidani lahirnya KSP Dana Nusantara, yang kemudian didaulat untuk sekaligus memimpin kepengurusannya. Bagaimana persisnya sepak terjang KSP Dana Nusantara? Berikut penuturannya saat berwawancara de­ngan Irsyad Muchtar dari PIP.

KSP Dana Nusantara lahir de­ngan sosok seperti lembaga keuangan mo­-
­dern. Apa yang menjadi dasar pemi­kiran pembentukannya?

Salah satu persoalan krusial yang masih banyak menghinggapi koperasi Indonesia, adalah soal ke­­percayaan masyarakat. Terlebih koperasi yang bergerak di jasa ke­uangan, keperca­yaan adalah faktor kunci. Memang, ada sejumlah kope­rasi simpan pinjam yang berkembang dengan baik. Tapi pada umumnya mentok pada tingkat tertentu, yang levelnya masih jauh di bawah bank. Dengan KSP Dana Nusantara, kita berusaha untuk mendobrak ma­salah ini.

Me­lalui pengelolaan profesio­nal yang didukung teknologi online dan sarana modern lainnya, kita bangun kepercayaan masyarakat ke level yang paling tinggi. Sejauh ini, cukup berhasil. Buktinya, ha­nya dalam waktu sekitar enam bulan, KSP Dana Nusantara mampu menghimpun dana masyarakat sam­­pai Rp 52,143 miliar, melalui tiga produk simpanan, yaitu Simpos, Sijaka, dan Sijaka Prioritas.

Ada pendekatan khusus yang dila­kukan?

Tentu saja. Agar efektif dan efi­sien, kita melakukan pendekat­an pa­-
da sebuah kelompok, asosiasi-aso­siasi, dan komunitas. Kita tidak mungkin menjelaskan berba­gai ke­-
unggulan dan keuntungan ber­ga­­-
bung dengan koperasi, pada ma­sya­-
rakat luas sekaligus. Kare­na ba­nyak hal yang perlu dijelaskan secara khusus. Tapi, kita juga ti­dak mungkin melakukan pedekat­an se­­cara face to face, one by one. Itu malah tidak efisien. Pokoknya, kita harus rajin da­-
tang ke sebuah komunitas yang potensial, untuk mem­presentasikan ke­unggulan ko­­­perasi kita, dan manfaat atau keuntungan yang bisa mere­ka
peroleh kalau bergabung. Tapi, sekali lagi, yang ditekankan di sini adalah bagaimana kita membangun kepercayaan mereka. Kalau untuk mena­bung, yang pertama kali mere­ka percaya kan di bank. Nah, tugas kita adalah memberi alasan paling rasional, me­ngapa mereka harus menabung di KSP Dana Nusantara.

Penggunaan teknologi canggih oleh KSP Dana Nusantara, tentu membutuhkan biaya besar, terutama dalam pengadaannya. Bagaimana menutup high cost ini?

Mendapat kepercayaan tinggi da­-
­ri masyarakat itu tidak mudah, dan tidak murah. Terlebih untuk urusan
uang. Tidak cukup hanya de­ngan bicara saja. Kita juga harus menyediakan fasilitas yang mema­dai untuk memberikan layanan ter­baik. Dalam bisnis jasa keuang­an, fasilitas online itu sebetulnya sudah standar. Cost pengadaan
dan maintenance-nya memang cu­kup be­sar, tapi tidak masalah selama kita berhasil mendapat kepercayaan yang besar pula dari masyarakat. Dalam jangka panjang, teknologi itu malah akan meng­efisienkan ope­rasional kita.
Juga, memudahkan koperasi untuk
bekerja sama de­ngan pihak lain. Misalnya, dengan PT Pos Indone­sia. Kerja sama ini, te­lah meng­hubungkan KSP Dana Nusantara dengan lebih dari 3000 titik layanan. Jadi, anggota yang mau me­nyimpan uangnya di koperasi, bisa melakukannya melalui layanan kantor-kantor PT Pos, yang sudah ter­hubung secara online. Agar menarik, kita juga memberikan berba-
gai gimmick berupa hadiah spesial seperti yang dilakukan bank

Apakah penggunaan teknologi, kerja sama dengan pihak lain sampai pemberian gimmick untuk penabung, menjadikan cost of fund di KSP Dana Nusantara jadi membengkak, bahkan lebih tinggi dari bank?

Peningkatan cost of fund, memang tak terhindarkan. Tapi, di banding bank, di koperasi rate-nya bisa lebih fleksibel. Terlepas dari itu, kita lebih banyak menggenjot penghimpunan dana dari tabung­an biasa dibanding ta­bungan berjangka. Bunga tabung­-
an biasa, berkisar 4,5 persen, sedangkan ta­bungan berjangka bisa 11 persen. Target KSP Dana Nusantara, komposisi dana pihak ketiga, adalah 70 persen tabungan dan 30 per­sen tabungan berjangka. Untuk ta­bungan berjangka pun, kita sangat memperhitungkan spreading risk. Jumlah
sim­panan yang kecil, kita beri bunga le­bih besar dari simpanan yang lebih besar. Misalnya, di bawah Rp 100 juta bisa sampai 13 persen, sedangkan di atas 100 juta 12,5 persen atau lebih kecil lagi.

Kalau begitu, KSP Dana Nusantara cen­derung memperbanyak jumlah ang­gota.

Betul. Lebih banyak, lebih ba­-
­gus. Karena itu, kita juga be­kerja sama dengan Dekopin. Saat ini, KSP
Dana Nusantara sudah me­mi­liki
anggota dan calon anggota sekitar 59 ribu orang. 400-an orang di antaranya di Jakarta. Selebihnya, ter­sebar di daerah-daerah. Dana sim­-
pan­an dari anggota, sebetul­nya sa­ngat baik, karena tidak mu­dah ke luar masuk. Selama me­reka menjadi anggota, dana itu tetap ada. Karena itu, kami sedang mempertimbangkan untuk menurunkan jumlah simpanan pokok yang saat ini dipatok Rp 1 juta.

Menghimpun dana dalam jumlah besar, tentu saja biayanya juga tinggi.
Lantas, ke mana KSP Dana Nusantara me­nya­lurkannya?

Untuk penyaluran dana, kita be­kerja sama dengan Koperasi Nusantara, yang sudah punya ja­ringan 211 kantor layanan di seluruh Indonesia. Koperasi ini juga bergerak melalui jalinan kemitraan dengan pihak lain, termasuk dalam hal menyalurkan pin­-
jam­an atau pembiayaan. Terma­suk pinjaman mikro untuk para pensiun­an di seluruh Indonesia. Tapi dana yang kita salurkan sebagai pinjam­an, kita batasi sebesar 70 persen dari seluruh dana yang terhimpun.

Pembatasan ini kami lakukan untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu, misalnya banyak anggota yang menarik dananya. Di koperasi kan belum ada sistem interlanding seperti bank. Lembaga penjaminan simpanan pun belum ada. Mudah-mudahan dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 9/1995 tentang Pelaksa­naan Ke­giatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi, nanti dimasukkan perlunya diadakan lembaga penjamin khusus untuk ko­perasi simpan pinjam.

sumber <<http://www.majalah-pip.com/majalah2008/readstory.php?cR=1265931994&pID=49&stID=2432>>

Fri, 12 Feb 2010 @07:19


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Teddy Kartiwa · All Rights Reserved