kud-harapantani.com
Anda Ingin Punya Website Nama Domain Sendiri?

Cek Nama Domain ?

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Jumlah Pengunjung

FP Graha Arta Prima
image

 

KONTAK
image

Ketua KUD Harapantani

08117406397 / 0745 9270170


Jalan Brawijaya Simpang KUD Singkut II | Telp. / Fax 0745-9270170
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

UKM Gallery, Ajang Pamer Produk Unggulan Anak Negeri

PERSAINGAN   dunia usaha semakin ketat. Siapa bermodal besar, dia yang akan menang. Tapi, para pelaku usaha kecil menengah (UKM) tak sepatutnya ciut nyali. Pemerintah memberi banyak jalan untuk memasarkan produk, salah satunya UKM Gallery.  


UKM Gallery dikelola oleh Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Koperasi dan UKM. Sebenarnya, UKM Gallery telah dibuka dan diresmikan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Suryadharma Ali pada 3 April 2009 lalu, tapi hari ini dibuka lebih luas untuk umum.  

UKM Gallery adalah gerai ritel untuk ruang pamer produk-produk UKM unggulan yang menyajikan berbagai karya terbaik dan terseleksi para perajin seluruh Indonesia.  

Ide UKM Gallery tercetus setelah dunia usaha Indonesia menghadapi fakta bahwa krisis keuangan global mulai pertengahan tahun lalu telah membuat pembeli Eropa mengurangi pembelian. Alhasil, nilai ekspor Indonesia turun tajam. Di samping itu, kegiatan ini merupakan representasi dari pencanangan "Tahun Indonesia Kreatif" oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009 ini.  

Kedua alasan tersebut menjadi landasan pemerintah, khususnya LLP-KUKM atau secara operasional menggunakan nama Smesco Indonesia Company (SIC) untuk kemudian menggalakkan pemakaian produk dalam negeri dengan menggali potensi warisan budaya Tanah Air. Hal ini sesuai dengan   tagline   UKM Gallery, "Preserving the Indonesian Heritage".  

Banyak masyarakat masih punya paradigma, produk UKM tidak berkualitas. "Kami tidak mau menyerang kebiasaan masyarakat yang cenderung membeli produk bermerek luar negeri. Kami ingin mengubah persepsi itu dengan cara mengundang mereka untuk melihat produk dalam negeri yang bisa disejajarkan dengan produk internasional. Setelah tahu, mereka akan suka, cinta, lalu fanatik, bukan karena rasa iba dan belas kasihan," ungkap Harun Kussuwardhono, Direktur Utama SIC saat konferensi pers pembukaan UKM Gallery di Gedung Smesco Indonesia, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 94, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2009).  

UKM yang bergabung berasal dari berbagai daerah yang direkomendasi oleh pemerintah daerah dan dinas koperasi setempat, atau bisa pula UKM mengajukan proposal untuk   join.   Selanjutnya, SIC bekerja sama dengan Indonesia Creative Center, sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pengembangan desain, menilai kelaikan UKM tersebut.  

"Kami bukan ingin mengangkat UKM tertentu, tapi UKM yang memang memroduksi barang-barang pilihan dengan mensasar segmen menengah ke atas," tegas Guritno Kusumo, Sekretaris Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam sambutannya saat membuka UKM Gallery.  

Kriteria kelaikan dimaksud Harun meliputi kualitas desain, bahan baku, pengerjaan, dan   packaging . "Tim terus-menerus melakukan pengembangan desain. Apa yang sudah dibuat, terus dikembangkan agar nilai tambahnya meningkat. Ada pula pelatihan di bidang pengembangan desain untuk membuka mata pengusaha UKM tentang tren kerajinan yang memang seharusnya terus berkembang. Kami sendiri memosisikan mereka sebagai mitra, bukan penyewa tempat sehingga perhitungannya berdasarkan bagi hasil," jelas Harun.  

UKM Gallery menempati tiga lantai Gedung Smesco Indonesia. Beragam kerajinan yang dipajang adalah batik, songket, tenun,   handycraft,   aksesoris, patung, anyaman, hingga furnitur dengan harga kompetitif. Untuk informasi, selanjutnya, Gedung Smesco Indonesia diperuntukkan bagi pelaku UKM yang ingin promosi. Tersedia pula aula pertemuan, kafe,   food court , tempat pelatihan UKM, dan ruang pameran yang akan selesai dalam 3-4 bulan mendatang. "Sejak dibuka, pengunjung UKM Gallery cukup banyak, meski masih jauh dari target.   Yah , sekitar 20 persen dari target, tapi sebagian besarnya membeli," ujar Harun.

Ditanya lebih lanjut tentang perkembangan UKM sejak krisis global, Harun memaparkan, UKM adalah bentuk usaha yang punya daya bertahan sangat kuat. Bahkan bisa menjadi penopang ekonomi dalam negeri. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk produksi barang UKM tidak banyak dan cepat beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi global.

Belakangan, beberapa produk UKM unggulan turut menjadi bagian saat pameran di Dubai dengan tujuan promosi ke pasar ekonomi alternatif, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara. "Kita meningkatkan daya saing, apalagi kita punya keunggulan di bahan baku yang banyak tersedia. Yang penting kita selalu menjaga kualitas produk," tutup Harun.

Fri, 3 Jul 2009 @10:09


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Teddy Kartiwa · All Rights Reserved