|
|

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tidak yakin prediksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa suku bunga acuan BI rate akan mencapai enam persen pada akhir 2009. Begitu juga halnya dengan bunga sertifikat bank Indonesia (SBI).
"Kita belum bisa pastikan BI rate bakal mencapai enam persen hingga akhir tahun, karena dalam menentukan BI rate kami tidak hanya melihat dampak dan kemungkinan-kemungkinan tahun ini. Tetapi, juga untuk 2010," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono kepada wartawan di Gedung Nusantara I Komplek DPR RI, Jakarta Senin (13/7/2009) malam.
Hartadi menuturkan, presiden boleh saja memprediksikan BI rate bisa capai enam persen dan ada peluang prediksi tersenbut akan terealisasi. ? "Tapi bagi BI, hal tersebut harus dievaluasi dan dibuat aturan pelaksanaannya,"? terangnya.
Selain itu, Hartadi juga menuturkan pada semester dua tahun ini sudah ada geliat perekonomian yang membuktikan membaiknya kondisi ekonomi di Indonesia dan hal itu bisa dilihat dari mulai menguatnya nilai tukar rupiah
Sebelumnya, Presiden optimistis jika pertumbuhan ekonomi bisa dijaga antara 4-4,5 persen. Hal tersebut didukung oleh kondisi ekonomi yang efektif dan kondusif.
SBY menjelaskan, beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi, yakni terjaganya inflasi tahun ini di kisaran empat persen.
"Ini bagus dengan begitu diharapkan suku bunga (BI Rate) bisa turun enam persen," tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seusai mengelar rapat terbatas, di kantor kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis 9 Juli lalu. (rhs)
Copyright © 2012 Teddy Kartiwa · All Rights Reserved