kud-harapantani.com
Anda Ingin Punya Website Nama Domain Sendiri?

Cek Nama Domain ?

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Jumlah Pengunjung

FP Graha Arta Prima
image

 

KONTAK
image

Ketua KUD Harapantani

08117406397 / 0745 9270170


Jalan Brawijaya Simpang KUD Singkut II | Telp. / Fax 0745-9270170
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

Keunggulan dan Cara Budidaya Jamur Tiram

image

KEUNGGULAN jamur tiram cukup banyak, selain harga yang relatif mahal, tingkat keuntungan yang dihasilkan relatif tinggi, umur singkat, tanaman ini juga sangat laku di pasaran. Selain itu, keunggulan lainnya, cara budidaya mudah dan dapat dilakukan sepanjang tahun dan tidak memerlukan lahan yang luas. Jamur tiram cukup toleran terhadap lingkungan dan dapat dijadikan sebagai pekerjaan pokok maupun pekerjaan sampingan, kata Krisnadi, petani jamur tiram Pontianak.

Rantai budidaya jamur tiram dimulai dari; serbuk gergaji, pengayakan, pencampuran, sterilisasi, inokulasi, inkubasi, spawn running, growing, dan pemanenan.
Krisnadi kemudian menjelaskan secara rinci mengenai budidaya jamur tiram. Untuk media tanamnya dapat berupa serbuk kayu (gergajian), jerami padi, alang-alang, limbah kertas, ampas tebu dan lainnya. Sebagai campuran dapat ditambahkan bahan-bahan lain berupa bekatul (dedak) dan kapur pertanian dengan perbandingan 80:15: 5. Media dimasukkan dalam plastik polypropilen dan dipadatkan kemudian diseterilisasi selama 10-12 jam. Sterilisasi bertujuan untuk menekan pertumbuhan mikrobia lain yang bersifat antagonis dan menjadi penghambat pertumbuhan bagi tanaman induk dalam hal ini jamur tiram, katanya. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara memanaskan baglog dengan uap panas selama 8-12 jam pada suhu ± 95 °C. Setelah sterilisasi selesai, baglog didinginkan dalam ruangan tertutup selama 24 jam untuk menghindari kontaminasi baglog.

Tahapan selanjutnya adalah proses inokulasi. Inokulasi adalah proses penularan miselium dari bibit (F3) ke media tanam. Proses ini dilakukan dengan steril dan dalam ruang inokulasi. Mengenai bibit, sebelumnya ia mendapatkannya dari Lembang dan Jogja. "Sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri," katanya. Proses lanjutan yakni masa inkubasi yakni tahap penumbuhan miselia jamur. Proses ini memerlukan waktu kurang lebih 40 - 60 hari sampai baglog berwarna putih. Krisnadi menegaskan, suhu ruang inkubasi harus dijaga dalam kondisi yang stabil dan rendah cahaya 22- 28 °C dengan kelembaban 70 – 90 %. Setelah baglog berwarna putih merata, kemudian dipindahkan ke kumbung. Biasanya, umur baglog yang dipindahkan telah mencapai 40 hari.

Proses penumbuhan tubuh buah diawali dengan membuka ujung baglog untuk memberikan 02 pada tubuh buah jamur. Biasanya 7 -14 hari kemudian, tubuh buah akan tumbuh. Setelah 7-30 hari sejak penyobekan baglog akan tumbuh tubuh buah yang terus mernbesar hingga mencapai pertumbuhan optimal yang siap dipanen (3-4 hari). Kata Krisnadi, selama masa pemeliharaan suhu dan kelembaban udara harus dijaga dengan baik pada kisaran suhu 20 - 22 °C dan kelembaban 95 - 100 %, dengan cara pengembunan kumbung.

“Panen pertama 30 hari sejak penyobekan baglog, sedangkan pemanenan berikutnya setiap 10-14 hari. Tubuh buah yang sudah siap panen harus segara panen agar kualitas jamur baik,” katanya.

Bagaimana penanganan pascapanen? Kata dia, segera bersihkan jamur dari kotoran yang menempel pada tubuh buah jamur. Hal itu bertujuan untuk menjaga daya tahan produk.

“Jamur tiram segera disimpan dalam freezer agar tahan dalam waktu 1 sampai dua minggu,” katanya. Sementara untuk produk jamur kering, dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari selama kurang lebih 5 hari.

Paket pelatihan

Krisnadi dan kelompoknya memang berkeinginan kuat mempopulerkan jamur tiram di Pontianak. Dia berharap, jamur tiram bisa menjadi ikon selanjutnya untuk Kota Pontianak. Dalam rangka pengembangan budidaya jamur tiram di Kota Khatulisiwa, Kelompok Pemuda Mushroom Prima yang digelutinya ini menerima peserta pelatihan budidaya. Peserta pelatihan terdiri dari minimal lima orang dengan paket pelatihan selama empat hari meliputi teori dan praktek lapangan dengan biaya pelatihan sebesar Rp750.000/orang. “Biaya pelatihan itu sudah termasuk materi dan konsumsi siang hari,” katanya. Contact person lebih lanjut hubungi Krisnadi SHut 081328308526 atau Ridwan SPi 08125796101

atau bisa copy dan paste tautan ini untuk informasi lebih lanjut [http://permimalang.wordpress.com/2009/03/10/alamat-pelatihan-penyediaan-bibit-dan-pemasaran-jamur-tiram/]

Tue, 4 Aug 2009 @11:30


4 Komentar
image

Fri, 21 Aug 2009 @07:19

yadi

wah bagus baget ni jamur tiramnya, gimana supaya dapat berhasil dalam membudidayakan jamur tiram

image

Tue, 25 Aug 2009 @23:45

Teddy Kartiwa

Sebenarnya budidaya jamur tiram tidaklah sulit, sekarang sudah ada dijual bibit yang sudah siap tanam, setelah mendapatkan bibit yang dimaksud, siapkan tempat berupa kandang yang terlindung dari cahaya matahari langsung, selanjutnya tinggal perawatan dengan cara penyiraman tiap pagi dan sore.

image

Thu, 24 Dec 2009 @17:34

kabil

mahal amat pelatihannya banggggggggg.

image

Wed, 7 Aug 2013 @08:17

Aprians firdaus

Di pontianak ada yang jual baglognya gak ya?
Mau beli di jawa mahal ongkos kirimnya


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Teddy Kartiwa · All Rights Reserved