kud-harapantani.com
Anda Ingin Punya Website Nama Domain Sendiri?

Cek Nama Domain ?

Kategori
Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

Jumlah Pengunjung

FP Graha Arta Prima
image

 

KONTAK
image

Ketua KUD Harapantani

08117406397 / 0745 9270170


Jalan Brawijaya Simpang KUD Singkut II | Telp. / Fax 0745-9270170
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

Listrik Online, Gandeng 6 Lembaga

PT PLN wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan enam lembaga, PT GSP (Gerbang Sinergi Prima), PT Pos Indonesia, Bank BNI, Bank Bukopin, Bank SumselBabel dan Bank Mandiri. MoU trkait dengan penerapan program payment point online bank (PPOB). 
Penandatanganan MoU sendiri berlangsung di ruang serbaguna lantai VI kantor PLN wilayah S2JB, kemarin. Dilakukan GM PLN wilayah S2JB Ir Nandi Ranadireksa dengan para pimpinan keenam instansi tersebut. Dari PT GSP Arifin Syah, Kakanwil Pos Divre Sumsel Agus H, Deputi GM BNI Regional Office Palembang Jet Rizal Jamaran, GM Bisnis Regional II Bukopin Suflan Rizal, Dirut Pemasaran Bank SumselBabel Sukirno dan Adang Julianto diwaliko Machdi dari Bank Mandiri.
Nandi menjelaskan, PPOB sudah dilaksanakan di Jawa, mencapai 95 persen. “Di kita sebenarnya sudah mulai, tapi baru sedikit yang terlayani. Karena baru menggandeng Pos dan Bank SumselBabel. Nah, MoU ini kita gandeng lebih banyak lagi untuk mempercepat program ini,” katanya. Tidak mudah memang melaksanakan program ini. Sebab, perlu penggantian dari sistem manual kepada sistem otomatis.
Ia mengaku penerapan sistem ini di luar Jawa dan Bali agak tertinggal. Tujuannya, memperbaiki pelayanan pembayaran rekening listrik pelanggan PLN. Selama ini, untuk membayar rekening tagihan setiap bulan, pelanggan harus mendatangi loket PLN. “Nanti, cukup melalui ATM, transaksi beres. Selain mengurangi biaya untuk ongkos, juga lebih murah, mudah, cepat dan akurat,” ungkap Nandi.
Saat ini, secara total jumlah pelanggan PLN wilayah S2JB ada sekitar 1,5 juta orang dengan pendapatan per bulan mencapai Rp234,7 miliar dari 386 loket. Tersebar di lima cabang dengan 45 ranting dan rayon di tiga provinsi, yakni Sumsel, Jambi dan Bengkulu.
Rinciannya, pelanggan cabang Palembang 516 ribu orang dan pendapatan per bulan Rp109,5 miliar melalui 119 loket PLN. Nah, di cabang Lahat ada 397 ribu pelanggan dengan pendapatan Rp45,6 miliar per bulan dari 92 loket PLN.
Lalu, cabang Jambi, 238 ribu pelanggan dengan pendapatan Rp41,1 miliar dari 68 loket, cabang Muara Bungo 128.925 pelanggan dengan pendapatan Rp16,4 miliar per bulan dari 39 loket dan cabang Bengkulu 237.100 jumlah pelanggan dengan pendapatan PLN per bulan Rp22 miliar melalui 76 loket yang tersedia.
Bagaimana dengan penerapan sistem PPOB nantinya? Kata Nandi, melalui sistem online, PLN tidak akan menutup loket yang ada. Artinya, PLN memberikan kemudahan kepada para pelanggan yang mempunyai ATM di bank-bank yang menjalin kerja sama dengan PLN untuk membayar lebih mudah. “Bagi yang belum ada ATM, tetap bisa membayar di loket-loket kita. Setidaknya dengan ini tidak terjadi lagi antrean panjang pada tanggal 1 ataupun 20 setiap bulannya,” tukas Nandi.
Untuk mempercepat persiapaan pelaksanaan sistem ini, maka koneksi antara PLN dengan bank-bank dan PT Pos akan dibantu oleh PT GSP. Setelah MoU kemarin, masing-masing bank akan menyiapkan sistem online untuk pembayaran rekening listrik dan jaringannya ke PLN terkait data pelanggan yang bisa online. Nandi menyatakan, kerja sama ini menguntungkan semua pihak. Baik pelanggan, para bank-bank yang terlibat dan PLN sendiri. “Bayaran listrik tidak lagi disimpan dulu di PLN, tapi langsung masuk ke pusat dan terlihat di sana,”cetusnya.
GM Bisnis Regional II Bukopin Suflan Rizal mewakili undangan sesama bank menyambut baik terlaksanakan kerja sama dengan PLN wilayah S2JB ini. Menurutnya, sistem PPOB ini memang sudah lebih dahulu dilaksanakan di Jawa. Dan di Sumatera baru sebagian. “Melalui kerjasama ini, setidaknya akan meningkatkan costumer yang bisa menjadi database bank-bank yang terlibat di sini,” katanya. Ia meyakini, masing-masing pihak akan mendapatkan manfaat dari kerjasama tersebut.

Waspada Kemarau Tahun Depan
Di tempat yang sama, Nandi mengatakan saat ini jajaran PLN di wilayah S2JB sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi kemarau tahun depan. Menurutnya, hal itu merupakan peringatan dari Dirut PLN Dahlan Iskan dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu.
“Tahun ini ’kan kemarau basah. Beliau bilang ini suatu anugerah karena kebutuhan air untuk PLTA di wilayah Sumbar mencukupi. Tapi harus siap-siap tahun depan yang diprediksi kemarau panjang,”bebernya. Pasalnya, Dirut PLN meminta kondisi kelistrikan yang relative aman saat ini bisa dipertahankan agar pelanggan PLN puas dan terlayani dengan baik.
“Saat ini, kondisi listrik kita aman, tidak ada defisit karena kerusakan pembangkit,”tegas Nandi. Kalaupun ada padam, itu akibat gangguan alam pada kabel telanjang milik PLN. Misalnya terkena batang maupun ranting pohon. Makanya, saat ini sedang diupayakan perbaikan agar nantinya meski terkena dahan pohon yang basah tidak terjadi short circuit.
Menurutnya, yang rawan terjadi short circuit kebanyakan di daerah perbatasan. Seperti ke arah Lampung, Sumbar dan Bengkulu. Sementara untuk mengantisipasi kemarau panjang tahun depan, PLN Pembangkitan Sumatera sedang menhitung-hitung berapa kebutuhan hidro untuk mengantisipasi masalah tersebut.

Fri, 18 Feb 2011 @06:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Teddy Kartiwa · All Rights Reserved