kud-harapantani.com
RSS Feed
Subscribes

Batik Fraktal, Kawinkan Seni Batik dengan Sains

image

JAKARTA - Keindahan dan keragaman batik Indonesia tak hanya dituangkan dengan cara-cara seni dan tradisional. Dunia sains pun tertarik berkontribusi memperkaya budaya asli Indonesia ini.

Sebuah kelompok riset desain asal Institute Teknologi Bandung (ITB) bernama Pixel People Project, mengadakan penelitian mendalam tentang batik sejak 2007. Mereka pun kemudian meluncurkan jenis batik yang dikenal dengan nama batik fraktal.

Dikutip okezone, Jumat (2/10/2009) dari berbagai sumber, fraktal sejatinya merupakan benda geometris yang kasar pada segala skala, dan dapat "dibagi-bagi" dengan cara yang radikal. Secara sederhana, dapat pula diartikan sebagai sebuah hasil karya yang hadir dari perkembangan lanjut geometri kontemporer.

Terdapat hal yang menyatukan fraktal dengan batik, keduanya sama-sama membicarakan bentuk dan upaya "pengisian ruang kosong" dalam bidang dua dimensi yang diciptakan secara generatif dan iteratif.

Generatif artinya dibangun ulang dengan teknik yang sama, dan iteratif karena cara mengkonstruksinya dilakukan dalam pola pseudo-algoritmik yang mirip secara berulang.

Adalah Nancy Margried, Muhamad Lukman, dan Yun Hariadi yang tergabung dalam Pixel People Project awalnya secara tak sengaja mendesain gambar tumbuhan dengan teknik fraktal. Mereka tak menyangka, hasil iseng-iseng mereka menghasilkan sebuah desain mirip batik. 

Dalam situs resminya www.pxlpplproject.com, mereka menjabarkan batik fraktal sebagai motif batik tradisional yang ditulis ulang secara matematis.

Hasil penulisan ulang dimodifikasi lebih kompleks atau diubah rumusnya sehingga menghasilkan motif yang baru atau berbeda. Motif fraktal ini kemudian digunakan baik dengan teknis batik tradisional atau dengan mesin laser.

Karena bisa dibahasakan secara matematis, Pixel People Project kemudian mengembangkan sebuah perangkat lunak untuk batik fraktal. Program berbasis Java ini memudahkan seorang pemula sekalipun untuk mengembangkan motif batik dalam formula fraktal yang desainnya tersimpan dalam format png.

Motif batik yang dihasilkan dari perkawinan antara seni dengan sains ini kemudian mendapat apresiasi dari Kementrian Riset dan Teknologi Indonesia. Bahkan dalam waktu bersamaan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB, UNESCO pun turut memberikan penghargaan pada awal Oktober tahun lalu dan menilai batik fraktal memiliki kualitas tinggi serta berpotensi besar di pasar internasional.

Sun, 4 Oct 2009 @21:22


1 Komentar
image

Thu, 23 Dec 2010 @11:42

dexa de angelis

mantab nih artikelnya, pertahankan batik kita ya gan!! biar ga di akui negara tetangga


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+9+6

KONTAK
image

Ketua KUD Harapantani

08117406397 / 0745 9270170


Jalan Brawijaya Simpang KUD Singkut II | Telp. / Fax 0745-9270170
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
Anda Ingin Punya Website Nama Domain Sendiri?

Cek Nama Domain ?

Kategori
Arsip

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
SLINK
Admin
Website Terkait
Jumlah Pengunjung

FP Graha Arta Prima
image