kud-harapantani.com
RSS Feed
Subscribes

Membiakkan Laba dari Bibit Jamur Merang

image

KOMPAS.com - Jamur merang atau Volvariella volvacea kini kian populer. Para petani pun kian bersemangat menanamnya. Karenanya, kebutuhan akan bibit jamur ini cukup besar. Adalah PT Agrocendawan Persada di Semarang yang sejak lima tahun silam mengembangkan bibit jamur merang.

Menurut Slamet Trismiyanto dari bagian pemasaran Agrocendawan, umumnya petani jamur belum mampu memproduksi bibit jamur merang sendiri. Karena itu, kebutuhan akan bibit jamur merang hasil pengembangan industri cukup besar.

Agrocendawan mengembangkan bibit jamur lewat teknik kultur jaringan. Prosesnya bermula dengan pengambilan spora dari jamur yang kemudian diletakkan dalam cawan petri berisi media agar-agar dari kentang yang diberi hormon penumbuh dan anti bakteri. Setelah muncul iselium atau serabut kecil, ia dipindahkan atau diturunkan ke dalam cawan baru hingga tiga kali penurunan.

“Tujuannya agar tumbuh sampai maksimal dengan memakan media baru dalam setiap cawan,” tutur Slamet. Dari satu spora tadi bisa dihasilkan sekitar 200-600 bibit dalam cawan petri.

Kemudian, setiap isi cawan petri dipindahkan ke botol bekas saus yang diberi media tanam berupa biji-bijian seperti jagung untuk memperbanyak jumlah bibit. Dari satu cawan petri bisa dipindahkan menjadi 3.000 botol bibit jamur.

Selanjutnya, bibit dalam botol diturunkan ke dalam media tebar atau log yang terbuat dari campuran kotoran kuda yang sudah kering, kapur, dan merang yang dimasukkan ke dalam plastik dan dipadatkan.

Bagian ujung log disumbat dengan kapas, dan diikat dengan aluminium foil. Setelah baglog disterilkan selama tiga jam dalam suhu 121 derajat, dan didinginkan, lalu bagian ujungnya diberi satu sendok bibit bermediakan jagung tadi. “Dari satu botol bibit tadi, bisa diturunkan menjadi 20-30 baglog. Bibit akan memakan media tebar,” sebut Slamet.

Harga jual bibit berkisar Rp 5.000 - Rp 7.000 per baglog. Setiap bulan Agrocendawan memproduksi 1.000 - 2.000 baglog. Dari setiap log menurut Slamet bisa mengambil keuntungan berkisar Rp 1.200 - Rp 1.700, atau sekitar 25 persen. Setidaknya petani membutuhkan 100-120 baglog untuk membudidayakan dalam satu kumbung atau satu rumah jamur berukuran 6×4 meter. (Dupla Kartini PS/Kontan)

Fri, 9 Oct 2009 @08:33


3 Komentar
image

Fri, 19 Nov 2010 @07:33

haryono

Artikelnya sangat menarik dan sangat berguna untuk memulai bisnis bibit jamur merang ini.
Semoga tambah sukses..

image

Fri, 26 Nov 2010 @10:45

Bagus Prakosanto

pak /ibu/soudara .......
klu mau beli hasil dari jamur merang untuk per Kg nya berapa
posisi di mana ?

terima kasih
Saya di Bandung

image

Fri, 3 May 2013 @19:36

Luisana

Oke Pak Tedy santei aja 1 botol F1 bisa untuk 40-50 boalgg F2.kebetulan 7 kumbung kita sudah ada yang sewa, mungkin baru februari ini ada 1 kumbung yang kosong.untuk investasi saya lebih menganjurkan untuk sewa kumbung dan produksi boalgg di tempat kami. misal untuk produksi 5000 boalgg dana yang diperlukan kurang lebih : untuk sewa kumbung 1 tahun 1.500.000,produksi 5000 boalgg sekitar 7.000.000 jadi total 8.500.000. Pengelolaan bisa dikerjasamakan dengan kami termasuk pemeliharaan dan pemasarannya. adapun pembagian hasilnya dapat disesuaikan dengan usaha yang dilakukan.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+7+4

KONTAK
image

Ketua KUD Harapantani

08117406397 / 0745 9270170


Jalan Brawijaya Simpang KUD Singkut II | Telp. / Fax 0745-9270170
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
image
Anda Ingin Punya Website Nama Domain Sendiri?

Cek Nama Domain ?

Kategori
Arsip

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
SLINK
Admin
Website Terkait
Jumlah Pengunjung

FP Graha Arta Prima
image